Showing posts with label AHMADIAH QADIANI. Show all posts
Showing posts with label AHMADIAH QADIANI. Show all posts

Friday, April 15, 2011

31 Ahli Ahmadiyyah Qadiani Indonesia Bertaubat

PURWAKARTA - Sebanyak 31 dari 89 anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kecamatan Maniis, Purwakarta, melakukan taubat dan berikrar untuk kembali memeluk agama Islam yang benar. Ikrar ditandai dengan pembacaan dua kalimat syahadat dilakukan di Masjid Agung Purwakarta, disaksikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, pengurus MUI Purwakarta dan DKM Masjid Agung Purwakarta, Kamis (14/4/2011).


Sebelumnya, tepatnya pada Ahad (20/3) lalu, 22 anggota JAI Kecamatan Maniis telah diIslamkan kembali oleh Majlis Ulama Indonesia Kecamatan Maniis. Dengan adanya pertaubatan dari JAI di Purwakarta yang berada di Kecamatan Maniis itu, tinggal 36 jemaat JAI yang belum kembali ke agama Islam Ahlul Sunnah waljamaah.


Satu anggota JAI Kecamatan Maniis, Purwakarta yang mendampingi 31 anggota JAI tersebut, Enjang mengatakan, ia dan teman temannya di JAI Kecamatan Maniis atas kemahuan sendiri bersama-sama keluar dari JAI.


"Barangkali kami telah mendapat hidayah agar kami bersama teman-teman kembali ke jalan yang benar. Tentunya memeluk Islam yang berpegang terhadap al Quran dan Hadits serta meyakini Muhammad, Rasul Allah SWT," kata Enjang yang mengaku dirinya masuk lagi ke agama Islam pada tahun 2003.


Enjang mengakui ia memeluk aliran Ahmadiyah ini sejak tahun 1995. Selama itu pula, diakuinya, ia begitu menyakini bahawa Ahmadiyah ini ajaran yang benar. Namun ternyata setelah sekian lama dan belakangan ramai bahwa Ahmadiyah merupakan aliran sesat, ia dan sejumlah anggota JAI Maniis merasa terpanggil jika Ahmadiyah ini sesat, lebih baik cepat hijrah ke Islam yang kaffah.


Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan bersyukur atas kebulatan tekad warganya di Maniis yang kembali ke memeluk Islam.


"Mereka masuk kembali lagi ke Islam bukan kerana tekanan atau paksaan, melainkan keinginannya sendiri. Kebulatan tekad inilah yang patut kita hargai," kata Dedi Mulyadi.


Selain membaca syahadat, 31 mantan anggota JAI Kecamatan Maniis, Purwakarta ini mengisi surat pernyataan yang dikeluarkan MUI Purwakarta.


Adapun pusat bermukimnya JAI Purwakarta berada di Kampung Cibenggala, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Purwakarta. Mereka menjadi kader aliran Ahmadiyah sejak tahun 1958 saat Kecamatan Maniis masih bergabung ke Kabupaten Cianjur.


Sebelumnya, 22 anggota JAI Kecamatan Maniis, Purwakarta menyatakan masuk ke agama Islam. Mereka berikrar kembali memeluk agama Islam dipimpin Ketua MUI Kecamatan Maniis, H. Wawan Gunawan.


Seperti diberitakan sebelumnya, guna menghindari peristiwa yang tidak diinginkan terjadi di Purwakarta, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Purwakarta, beberapa waktu yang lalu mengadakan safari ke kantong jemaah Ahmadiyah di Purwakarta tepatnya di Kampung Cibenggala, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Purwakarta.


http://satuumat.blogspot.com/2011/04/31-ahli-ahmadiyyah-indonesia-bertaubat.html

Wednesday, February 23, 2011

Ahmadiah Qadian & Lahore Sama-sama Sesat


Mirza Ghulam Ahmad

JAI (Jemaat Ahmadiyah —Qadyan— Indonesia) dan GAI (Gerakan Ahmadiyah —Lahore— Indonesia); mereka sama-sama mengimani Tadzkirah (kitab suci Ahmadiyah, yang disebut kumpulan wahyu muqoddas —suci— yang diyakini sebagai wahyu dari Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad).


Padahal inti kesesatannya yang sampai mereka dihukum sebagai kafir, kerana Mirza Ghulam Ahmad mengaku nabi dan rasul yang mendapatkan wahyu kemudian dikumpulkan dalam bentuk kumpulan wahyu yang dinamai Tadzkirah itu.


Segala kesesatan sampai Mirza Ghulam Ahmad mengaku nabi dan Rasul, bahkan mengaku kedudukannya sebagai anak Allah, atau bahkan MGA itu dari Allah, dan Allah itu dari MGA; semuanya ada di Tadzkirah, dan diyakini oleh Ahmadiyah Qadyan maupun Lahore. Itu adalah kemusyrikan yang nyata.


Ahmadiyah Lahore tidak mahu menerima pemahaman bahwa kekhalifahan hanya dipegang oleh anak cucu Mirza Ghulam Ahmad. Maka sejak matinya Nuruddin Bairawi, Ahmadiyah pecah jadi dua, Qadyan dan Lahore. Basyiruddin memimpin JA (Jemaat Ahmadiyah) Qadyan sebagai Khalifah yang kedua menggantikan Nuruddin, sedang Muhammad Ali memimpin AL (Ahmadiyah Lahore).


Dari Basyiruddin dan selanjutnya seakan kekhalifahannya itu adalah kerajaan. Itulah perbezaannya antara Ahmadiyah Qadyan dan Lahore. Sebenarnya sama, hanya beza hal-hal yang seperti tersebut.


Keputusan Muktamar II Mujamma’ al-Fiqh al-Islami (Akademi Fiqih Islam) di Jeddah, Desember 1985 M tentang Aliran Qadiyaniyah, antara lain menyatakan bahawa aliran Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi sesudah Nabi Muhammad SAW dan menerima wahyu adalah murtad dan keluar dari Islam kerana mengingkari ajaran Islam yang qath'i dan disepakati oleh seluruh ulama Islam bahawa Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.Teks Keputusan tersebut adalah sebagai berikut:


إِنَّ مَاادَّعَاهُ مِيرْزَا غُلاَم أَحْمَد مِنَ النُّبُوَّةِ وّالرِّسَالَةِ وَنُزُوْلِ الْوَحْيِ عَلَيْهِ إِنْكَارٌ صَرِيْحٌ لِمَا ثَبَتَ مِنَ الدِّيْنِ بِالضَّرُوْرَةِ ثُبُوْتًا قَطْعِيًّا يَقِيْنِيًّا مِنْ خَتْمِ الرِّسَالَةِ وَالنُّبُوَّةِ بِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَّهُ لاَيَنْزِلُ وَحْيٌ عَلَى أَحَدٍ بَعْدَهُ، وَهذِهِ الدَّعْوَى مِنْ مِيرْزَا غُلاَم أَحْمَدَ تَجْعَلُهُ وَسَائِرَ مَنْ يُوَافِقُوْنَهُ عَلَيْهَا مُرْتَدِّيْنَ خَارِجِيْنَ عَنِ اْلإِسْلاَمِ، وَأَمَّا الَّلاهُوْرِيَّةُ فَإِنَّهُمْ كَالْقَادِيَانِيَّةِ فِي الْحُكْمِ عَلَيْهِمْ بِالرِّدَّةِ، بِالرَّغْمِ مِنْ وَصْفِهِمْ مِيرْزَا غُلاَم أَحْمَدَ بِأَنَّهُ ظِلٌّ وِبُرُوْزٌ لِنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ.

"Sesungguhnya apa yang didakwa Mirza Ghulam Ahmad tentang kenabian dirinya, tentang risalah yang diembannya dan tentang turunnya wahyu kepada dirinya adalah sebuah pengingkaran yang tegas terhadap ajaran agama yang sudah diketahui kebenarannya secara qath'i (pasti) dan meyakinkan dalam ajaran Islam, iaitu bahwa Muhammad Rasulullah adalah Nabi dan Rasul terakhir dan tidak akan ada lagi wahyu yang akan diturunkan kepada seorangpun setelah itu. Keyakinan seperti yang diajarkan Mirza Ghulam Ahmad tersebut membuat dia sendiri dan pegikutnya menjadi murtad, keluar dari agama Islam. Aliran Qadyaniyah dan Aliran Lahoriyah adalah sama, meskipun aliran yang disebut terakhir (Lahoriyah) meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah sebagai bayang-bayang dan perpanjangan dari Nabi Muhammad SAW". (Keputusan Mujamma’ al-Fiqh al-Islami —Akademi Fiqih Islam— Organisasi Konferensi Islam (OKI) Nomor 4 (4/2) dalam Muktamar II di Jeddah, Arab Saudi, pada tanggal 10-16 Rabi' al-Tsani 1406 H / 22-28 Desember 1985 M).


Beza Ahmadiyah Qadyan, Ahmadiyah Lahore, dan Islam


Menurut penelitian M Amin Djamaluddin ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam mengenai Ahmadiyah di Indonesia sebagai berikut:


Dari segi keorganisasian, Jemaat Ahmadiyah Indonesia memiliki dua kelompok yang berbeza dengan keyakinan (aqidah) yang berbeza pula. Pertama, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, kelompok ini biasa disebut dengan Ahmadiyah Qadiyan. Kedua, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, biasa disebut Ahmadiyah Lahore.


Jemaat Ahmadiyah Indonesia (Ahmadiyah Qadiyan)
Kelompok Jemaat ini memiliki keyakinan bahwa:

  1. Mirza Ghulam Ahmad a.s itu seorang nabi dan rasul.
  2. Mirza Ghulam Ahmad a.s menerima wahyu.
  3. Wahyu-wahyu tersebut diturunkan kepada Nabi Mirza Ghulam Ahmad di India.
  4. Menurut buku putih mereka, wahyu-wahyu tersebut ditulis Nabi Mirza dan terpencar dalam de\\lapan puluh enam buku (Buku Putih, Kami Orang Islam, PB JAI, 1983, hal. 140-141).
  5. Wahyu-wahyu yang terpencar itu kemudian dikumpulkan menjadi sebuah buku bernama: Tadzkirah ya’ni wahyul muqoddas (Tadzkirah adalah: kumpulan wahyu-wahyu suci/sebuah kitab suci yaitu kitab suci Tadzkirah).
  6. Mereka mempunyai kapling kuburan syurga di Qadiyan (tempat kuburan nabi Mirza). Kelompok ini menjual sertifikat kuburan surga tersebut kepada jama’ahnya dengan mengenakan harga yang sangat mahal. (salinan sertifikat kuburan syurga di Rabwah, dari buku Ahmad Hariadi, Mengapa Saya Keluar dari Ahmadiyah Qadiyani, Rabithah Alam Islami, Makkah Mukarramah, 1408H/1988M, hal, 64-65).
  7. Qadiyan dan Rabwah bagi mereka adalah sebagai tempat suci.

Gerakan Ahmadiyah Indonesia (Ahmadiyah Lahore)
Kelompok Jemaat ini memiliki keyakinan bahwa:

  1. Mirza Ghulam Ahmad a.s itu seorang mujaddid (pembaharu) Islam.
  2. Mirza Ghulam Ahmad a.s muhaddats (orang yang berbicara dengan Allah secara langsung).
  3. Mirza Ghulam Ahmad a.s menerima wahyu. Adapun wahyu yang diterima Mirza merupakan potongan-potongan dari ayat Al Qur’an. Penurunan ayat yang sepotong-sepotong itu bukan bererti membajak ayat Al Qur’an. Menurut keyakinan mereka “Itu bukan urusan Mirza Ghulam Ahmad, tetapi urusan Allah”. (PB GAI, Agustus 2002, hal. 13).
  4. Seluruh wahyu-wahyu yang diterima Mirza Ghulam Ahmad itu adalah betul-betul wahyu yang datang dari Allah SWT.

Ahmadiyah berbzda jauh dengan Islam

Islam sebagai agama satu-satunya yang diridhoi-Nya, bukan pendapat manusia, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang mengatakannya.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali ‘Imran [3] : 19).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(85)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali ‘Imran [3] : 85).

Nabi Muhammad SAW menjelaskan secara gambling:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ».

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa saw ilaa jamii’in naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).

Dalam penerapan agama itu maka tidak ada pilihan lain lagi, apabila Allah dan rasul-Nya telah menentukan sesuatu.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al-Ahzaab [33] : 36)

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nuur [24] : 51)

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلكِنْ رَّسُوْلَ اللهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ، وَكَانَ اللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi; dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. Al-Ahzab [33]: 40)

وَأَنَّ هذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ، ذلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-An’am [6] : 153)

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ … (المائدة : 105)

“Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi madharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk…” (QS. al-Ma’idah [5] : 105)

Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam.; a.l.:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ، لاَنَبِيَّ بَعْدِيْ (رواه البخاري(

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada nabi sesudahku.” (HR. Bukhari).

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدِ انْقَطَعَتْ، فَلاَ رَسُوْلَ بَعْدِيْ وَلاَ نَبِيَّ

Rasulullah SAW bersabda: “Kerasulan dan kenabian telah terputus; karena itu, tidak ada rasul maupun nabi sesudahku” (HR. Tirmidzi)


Mengenai berbagai betapa sesatnya Ahmadiyah dan adanya kelompok-kelompok yang mengaku Islam namun justru membela aliran sesat Ahmadiyah dapat dibaca di buku Kyai kok Bergelimang Kemusyrikan, karya Hartono Ahmad Jaiz dkk, Pustaka Nahi Munkar, Jakarta-Surabaya, 2008, atau cetakan edisi lux yang terbit di Saudi Arabia dan beredar di berbagai kota di sana.


Di antara kesesatan Ahmadiyah selain meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi adalah memalsu dan memelesetkan ayat. Contohnya, Ahmadiyah memelesetkan ayat tabbat yadaa abi lahab. Lanjutannya bukan maa aghnaa ‘anhu maaluhuu wamaa kasab, tetapi maa kaana lahuu an yadkhula fiihaa illaa khaaifaa (Dia tidak masuk ke dalamnya —neraka— kecuali dengan rasa takut).


Masih banyak ayat-ayat yang dipalsukan, dijelaskan dalam buku itu, di samping aliran-aliran sesat lainnya dengan aneka penyesatannya pula.

Seakan buku itu sebagai lanjutan dari buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia yang membincang berbagai corak aliran sesat.


Hartono Ahmad Jaiz, penulis buku Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat



http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/ahmadiyah-qadyan-dan-ahmadiyah-lahore-sama-sama-pemalsu-islam.htm

Wednesday, October 7, 2009

Debat dengan Qadiani

Artikel Oleh ibnuhasyim

"Catatan Perjalanan Dari Medan:

 SEPAS subuh panggung itu sudah penuh sesak dengan orang ramai yang hendak dengar debat dengan aliran yang baru sampai itu. Debat itu diadakan di panggung (bioskop) “Hok Hoa” Medan pada 15 November 1935, iaitu masa penjajahan Belanda. Masa itu masyarakat Islam di Medan dikejutkan dengan datangnya seorang India bernama Mohammad Sadiq dengan pembantunya seorang asal Sumatera Barat Abubakar Ayub pada tahun 1934. Mereka membawa ajaran Ahmadiyah Qadian. Mereka menentang diadakan satu debat dengan tokoh-tokoh Ulama Islam.

Penyebar Ahmadiyah Qadian itu membawa satu gerobak kitab-kitab alirannya, sedangkan di pihak ulama Islam seperti Tengku Fachruddin (Ketua Majelis Syar’i Kerajaan Serdang), Tuan Syech Mahmud Hayat (Muhammadiyah), H. Ismail Lubis dan H. Abdul Majid hanya membawa secarik kertas saja. Tetapi tiba-tiba puak-puak Ahmadiyah Qadian itu meninggalkan ruangan muzakarah, tak jadi nak debat, dengan tiada alasan menasabah. Ertinya cabut lari sebelum berhujjah.

Maka para ulama yang hadir mengeluarkan pernyataan sebagai berikut (saya salin dalam bentuk tulisan asal):

{ MAKLUMAT:
Bagaimanakah pendapat dan putusan ahli-ahli Agama Islam terhadap Mirza Gulam Ahmad dan pengikut-pengikutnya?

KAOEM MOESLIMIN DAN MOESLIMAT SELOEROEHNJA.
Oentoek mendjelaskan dan menjatakan dengan seterang-terangnya tentang kepertjajaan dan i’tikad partai Ahmadiyah Al-Qadiany menoeroet poetoesan

‘Oelama-oelama Islam yang bersendikan Al-Quranoelkarim dan Al-Hadits beserta Idjma’ Oelama, teroetama oelama-oelama di Sumatera Timoer, maka oleh Komite Pembanteras i’tikad Ahmadiyah Al-Qadiany jang didirikan pada tanggal 10 Nopember di Medan telah mengemoekakan pertanjaan pada seloeroehnya oelama-oelama Islam terseboet dari keadaan i’tikad mereka itoe.

PENDAPATAN DAN KEPOETOESAN
Menoeroet penjelidikan dan pemeriksaan ahli-ahli Agama Islam maka njata dan teranglah menoeroet dalil-dalil (boekti-boekti) bahwa:

1. Mirza Gulam Ahmad Al-Qadiany jang mengaku dan mendakwakan dirinja Nabi (Rasul) dikemoedian Nabi Muhammad s.a.w. adalah pengakoean ini menjebabkan akan ianya murtad (kafir).

2. Demikian djuga pengikoet-pengikoetnja jang mereka itu mengakoei dan mempertjajai bahwa Mirza Gulam Ahmad Al-Gadiany berpangkat Nabi dan Rasoel dikemoedian Nabi Moehammad s.a.w maka dengan kepertjajaan ini mereka menjadi kafir.

KESIMPOELANNJA:
MIRZA GULAM AHMAD AL-QADIANY KAFIR (MOERTAD). PENGIKOET-PENGIKOETNJA DJUGA KAFIR (MOERTAD) BERLINDUNGLAH KITA DARI KEADAAN INI.

Di sinilah dinjatakan nama-nama oelama-oelama Islam jang telah mengkafirkan akan mereka itu;

1. J.M.T.Fachruddin Ketua Madjlis Syar’iy Kerajaan Serdang di Perbaungan.
2. Kadhi Perbaungan.
3. Sjech Al-Hadji Zainuddin bekas Mufti Kerajaan Serdang di Perbaungan.
4. Sjech Al-Hadji Mhd. Yunus Guru Besar Maktab Al-Islamiyah, Medan.
5. Sjech Al-Hadji Mhd. Ziadah bekas Guru Besar Madrasah Al-Maslurah Tandjung Pura, Langkat.
6. Sjech Abdullah Afifuddin Guru Besar Madrasah Al-Maslurah Tandjung Pura, Langkat.
7. Abd. Rahim Abdullah Guru Madrasah, Al-Maslurah Tandjung Pura, Langkat.
8. Al-Hadji Mhd. Nur Abd. Karim Kadhi Tandjung Pura, Langkat.
9. Al-Hadji Dja’far bekas Guru Besar Al-Islamiyah Medan Deli.
10. Madjlis Al-Fatwa Al-Djam. Washliyah Medan Deli.
11. Al-Hadji Abd. Madjid Abdullah Guru Agama Medan Deli.
12. Al-Hadji Abd. Karim Guru Agama Bindjai.
13. Al-Ustaz Al-Hadji Abd. Halim Hasan Guru Besar Madrasah Al-Ariyah Bindjai.
14. Abd. Rahim Hitamy Guru Madrasah Arabiyah Bindjai.
15. Zainal Arifin Abas Guru Madrasah Arabiyah Bindjai.
16. Al-Hadji Abd. Wahab Guru Agama Bandar Sinembah Bindjai.
17. Al-Hadji Mhd. Nur Khadi Bindjai
18. Al-Haji Mahmud Ismail Lubis Kadhi Sei. Kerah Medan.
19. Al-Hadji Islas Kadhi Suka Piring Medan.
20. Al-Hadji Zainal Abidin Kadhi Pematang Siantar, dan 33 oelama lainnya.

KAOEM MOESLIMIN DAN MOESLIMAT SELOEROEHNJA

Maka menilik keadaan ini terang dan njatalah:

1. Mirza Gulam Ahmad dan pengikoet-pengikoetnja kafir (keluar dari agama Islam).

2. Pengakoean (Asjsjahadah) mereka kepada Allah, yaitu dengan perkataan: “Asjhadu Alla Ilaaha Illalloh” binasa dan tiada diterima selama mereka tetap ber’itkad sebagai tersebut.

3. Pengakoean (Asjsjahadah) mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w. dengan perkataan “Asjhaduanna Muhammadarrasuululloh”, djuga tidak makbul (sia-sia) selama mereka tetap beri’tikad sebagai tersebut.

4. Pergaulan dan perhubungan serta persaudaraan setjara Islam telah poetoeslah di antara umat Islam dengan mereka itu :

(i). Dua kalimah Asjsjahadah yaitu “Asjhadu Alla Illallooh wa asjhaduanna Muhammadarrasuullullooh” jang mereka otjapkan dan mereka tuliskan di papan-papan mereka jang tergantung di muka-muka rumah mereka itu, tidak lain melainkan sebagai umpan atau topeng untuk menjesatkan umat Islam terutama umat Islam jang kurang pengetahuannja.

(ii) Da’wah atau pengakuan mereka bahwa mereka itu orang Islam pengikut Nabi Muhammad s.a.w. dan pengikut Kitabullah Al-Quranul Karim, tidak benar dan kosong semata-mata. Hal ini tidak lain melainkan perkakas untuk penjesatkan umat Islam soepaja terdjerumus pada djaring mereka.

(iii) Segala perkataan-perkataan jang manis-manis baik jang diutjapkan dengan mulut mereka sendiri ataupun jang tertulis di dalam majalah-majalah dan soerat sebaran (maklumat) jang sengadja mereka terbitkan demikian djuga jang mereka masukkan di dalam surat-surat chabar jang dari kalimat-kalimatnja ada terbajang bahwa partai mereka ada tunduk di bawah pandji-pandji Islam dan pengikut Nabi Muhammad s.a.w. adalah doesta dan tipoean semata-mata.

KAOEM MOESLIMIN DAN MOESLIMAT SELOEROEHNJA
Sebagai telah njata dan terang bahwa Mirza Gulam Ahmad Al-Qadiany dan pengikoetnja adalah dengan sebab i’tikad mereka telah menjadi murtad (kafir). Oleh sebab itu mka segala perhoeboengan dan pertalian yang tiada diharoeskan pada Sjara’ antara oemat Islam dengan lain-lain Islam, maka tiada diharoeskan djuga dengan mereka itu. Soepaja umat Islam seluruhnja dapat mengetahui di sini diterangkan hal-hal yang terbesar misalnya.

1. Kalaoe mereka mati tidak harus (haram) disembahjangkan dan dikoeboerkan di tanah perkuburan (tanah wakaf orang Islam).

2. Perkawinan (nikah) mereka tidak sah dan tidak halal dengan orang Islam.
3. Sembelihan mereka tidak halal dimakan orang Islam.

4. Tidak harus dibebaskan mereka beribadat di Mesjid-mesjid dan langgar-langgar serta surau-surau wakaf orang Islam.

5. Kitab Al-Quran an Al-Hadis serta kitab-kitab Agama kepoenjaan orang Islam tidak haroes diserahkan ketangan mereka.

6. Oemat Islam tidak diharoeskan memberi salam kepada mereka.

7. Antara oemat Islam dengan mereka tidak poesaka mempoesakai.

8. Dan lain-lain. }

Jadi, soal Ajaran Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiany bukanlah perkara baharu. Ia sudah lama dijelaskan kesesatannya. Khalifah Abu Bakar Khalifah Islam Pertama berpusatkan di Madinah selepas kewafatan Rasulullah SAW... beliau mengambil-alih pemerintahan Islam, langkah awalnya ialah memerangi 'Orang Murtad'. Pertama murtad kerana ada yang mengaku jadi 'nabi', seperti Musilamah Kazzab selepas kewafatan Nabi, dan orang yang tidak mahu keluarkan zakat walaupun mereka juga mengaku beragama Islam.

Pada saya, hukum orang murtad hanya boleh wujud dalam pemerintahan yang dasar negaranya adalah dasar Islam. Kalau negara itu negara sekular seperti Malaysia, Indonesia dan sejenis dengannya, yakni Perlembagaan dan Undang-undang Dasarnya bukan Islam, maka jadilah seperti terjadi sekarang. Tak boleh selesai. Ulamak-ulamak disumbat mulut mereka menjadi 'syaitan bisu' tidak boleh menyatakan kebenaran. Kerana perlaksanaan Islam dalam negara cuma tempelan bukan dasar, bukannya Islam yang memerintah, tetapi Islam diperintah!!

Sekian, wallahu 'aklam.

Ibnu Hasyim
Medan.

sumber

Friday, October 17, 2008

Habib Rizieq Ungkap Kesesatan Ahmadiah Qadiani

Kesesatan Ahmadiyah ditegaskan dalam persidangan Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, ketika Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam Amin Djamaluddin memaparkan hasil telaah terhadap kitab Tadzkirah yang selama ini diyakini menjadi kitab suci pengikut Ahmadiyah.


"Buku ini ada 23 jilid tetapi tidak saya bawa semua. Orang yang tidak percaya Mirza adalah babi hutan. Kalau perempuan, itu pelacur. Mirza juga mengaku reinkarnasi Muhammad. Katanya Muhammad adalah saya, rasul adalah saya," paparnya disela-sela persidangan, di PN Jakarta Pusat, Kamis (9/10).


Ia mengakui, telah mempelajari buku-buku tentang Ahmadiyah selepas menamatkan Pendidikan Guru Agama di tanah kelahirannya Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB),


Ketika ditanya oleh Tim Kuasa Hukum apakah Ahmadiyah itu termasuk aliran sesat, Amin menyatakan, Ahmadiyah sesat, sebab selain meyakini Muhammad SAW sebagai nabi, mereka juga percaya juga dengan nabi yang asalnya dari India yakni Mirza Ghulam Ahmad.


Sehingga, dia menegaskan, bahawa mereka menyuruh membubarkan Ahmadiyah tidak bersalah dan sah-sah saja. Dirinya pun secara tegas mendukung pembubaran Ahmadiyah.


"Orang yang menyerukan pembubaran Ahmadiyah tidak salah dan itu adalah kewajiban kita. Ahmadiyah jika ingin membuat agama baru silakan asal bukan Islam agar bisa hidup berdampingan," tegasnya.


Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Aminuddin Yakub mengatakan, Majelis Ulama Indonesia telah memberikan pilihan kepada pengikut Ahmadiyah, yakni kembali ke ajaran Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah (ruju' ilal haq), jika mereka tidak mahu bererti telah melakukan pendustaan terhadap agama, kerana itu MUI minta agar ia dibubarkan.

Keputusan fatwa MUI yang menyatakan Ahmadiyah sesat, menurutnya, diambil melalui forum tertinggi melalui Musyawarah Nasional (Munas) baik fatwa pada tahun 1980 dan tahun 2005. Pasca dikeluarkan fatwa itu, MUI mendorong para ulama dan mubaligh untuk mensosialisaikan fatwa ini, karena kalau tidak akan membahayakan umat Islam.


"Imbauan Bubarkan Ahmadiyah yang disuarakan oleh Habib Rizieq telah sejalan dengan fatwa MUI, supaya umat Islam tahu kesesatan Ahmadiyah," ujarnya ketika menjawab pernyataan dari tim penasehat hukum.


Bahkan ketika, Habib Rizieq bertanya apakah Apel Siaga Pembubaran Ahmadiyah yang dilaksanakan pada 20 April bertentangan dengan fatwa MUI, Aminuddin Yakub menyatakan, hal itu sangat sejalan, dengan sosialisasi terhadap fatwa MUI. (novel)

sumber asal

Teruskan bersama Minda Tajdid Segar!

Friday, June 20, 2008

MUI bantu sekatan ke atas Ahmadiyyah

JAKARTA 10 Jun - Majlis Ulama Indonesia (MUI) akan membantu kerajaan menguatkuasakan sekatan ke atas kumpulan ajaran sesat, Ahmadiyyah.

Pengerusi MUI, Ma'ruf Amin hari ini berkata, pertubuhannya akan memantau dan melaporkan aktiviti yang dijalankan oleh Ahmadiyyah.

Satu perintah yang dikeluarkan oleh Kabinet Presiden Susilo Bambang semalam mengarahkan kumpulan tersebut berhenti menyebarkan ajarannya atau menghadapi hukuman penjara lima tahun.

"Jika Ahmadiyyah mengingkari perintah itu atau meneruskan kegiatan sesatnya, kami akan melaporkannya kepada pihak berkuasa dan mengesyorkan supaya Presiden membubarkan Ahmadiyyah," kata Ma'ruf.

Aktivis Islam menyifatkan perintah kerajaan semalam itu sebagai tidak memadai dan tidak menepati tuntutan mereka supaya Ahmadiyyah diharamkan terus.

Mereka berikrar akan meningkatkan tekanan ke atas kerajaan.

Setiausaha Agung Forum Umat Islam Indonesia (FUI), Muhammad Khaththath berkata, perintah kerajaan itu boleh mencetuskan lebih banyak konflik.

- AP

sumber

Saturday, May 10, 2008

Ahmadiah Qadiani mesti Diharamkan

JAKARTA: Sekumpulan anggota pendesak dan aktivis Islam semalam meminta kerajaan Indonesia supaya mengharamkan pergerakan Ahmadi atau Qadiani yang mendakwa kononnya wujud satu lagi nabi selepas Nabi Muhammad SAW.

Pergerakan itu sedang menghadapi tindakan di negara Islam di seluruh dunia kerana kepercayaan mereka yang karut itu. Anggota pergerakan itu bagaimanapun mahu agar pergerakan mereka dianggap sebagai sebahagian daripada Islam.

Sekumpulan pendakwa, sarjana Islam dan pegawai jabatan hal ehwal dalam negeri berpendapat pergerakan berkenaan 'telah menyimpang daripada prinsip ajaran Islam sebenarnya' dan mendesak agar kerajaan mengharamkannya.

"Kegiatan pergerakan itu mencetuskan rasa tidak puas hati dalam kalangan orang Islam," kata ketua kumpulan pendesak itu, Wishnu Subroto.

Kerajaan Indonesia mengadakan satu mesyuarat bagi membincang perakuan itu, kata laporan media.

Kumpulan pendesak itu meminta agar pengikut Ahmadi dituduh menghina agama yang membawa hukuman penjara lima tahun jika sabit kesalahan.

Bagaimanapun, seorang aktivis hak asasi manusia berkata sebarang pengharaman 'adalah tidak wajar dan melanggar perlembagaan' yang membenarkan kebebasan agama.

"Perakuan ini menunjukkan mereka tidak memahami peranan sebenar kerajaan," kata aktivis berkenaan yang hanya dikenali sebagai Hendardi.

Golongan pendesak itu pernah melancarkan kempen yang lantang terhadap Ahmadi dalam masa kebelakangan ini, di samping merosakkan masjid serta rumah pengikutnya. Dalam kebanyakan kes, pihak polis didakwa tidak mengambil sebarang tindakan untuk menghalang tindakan mereka.

"Kami adalah mangsanya di sini tapi sebaliknya kami pula yang hendak diharamkan," kata peguam pergerakan itu, Yan Hussein Lamardi.

Pergerakan Ahmadi kini dipercayai mempunyai kira-kira 200,000 pengikut di Indonesia, iaitu negara paling ramai penduduk Islam di seluruh dunia. Pergerakan itu diasaskan pada penghujung abad ke-19 di Pakistan di mana ia kini diharamkan.

Indonesia adalah sebuah negara sekular dengan sejarah toleransi agama yang lama. Tapi dalam tempoh beberapa tahun kebelakangan ini, golongan yang enggan bertolak ansur ini telah menjadi bertambah kuat serta berpengaruh di kalangan penduduk negara itu.

Kerajaan pula dituduh terlalu mengikuti rentak mereka kerana sokongan yang diperlukan daripada parti berteraskan Islam di parlimen. � AP

sumber

Pemimpin Qiadah Islamiah Dipenjara 4 Tahun

JAKARTA 23 April - Sebuah mahkamah Indonesia hari ini menjatuhkan hukuman empat tahun penjara ke atas pemimpin sebuah pertubuhan Islam kerana mengkufuri Tuhan.

Abdul Salam yang mengasaskan Al- Qidayah Al-Islamiah pada 2000, ditangkap tahun lalu selepas Majlis Ulama Indonesia mendakwa pertubuhan itu menyebarkan ajaran sesat.

Pendakwa berkata, Abdul Salam telah mengisytiharkan dirinya sebagai nabi dan memberitahu pengikutnya mereka tidak perlu solat, puasa pada bulan Ramadan atau mengerjakan ibadat haji.

Ketua Hakim di Mahkamah Daerah Jakarta Selatan berkata, Abdul Salam yang juga dikenali sebagai Ahmad Mosaddeq bersalah kerana "sengaja melakukan perkara-perkara kufur."

"Sepanjang perbicaraan itu, defendan tidak pernah mengaku perbuatannya salah," kata hakim itu.

Abdul Salam hanya tersenyum semasa hukuman itu diumumkan manakala puak radikal yang menentang ajarannya melaungkan kalimah "Allahu Akbar."

Sementara itu, kerajaan kini sedang merangka satu dekri yang akan mengharamkan Ahmadiyyah, sebuah lagi pertubuhan Islam yang ditubuhkan pada abad ke-19 di India.

- Reuters

sumber

Wednesday, November 28, 2007

Nota Tentang Ahmadiah Qadiani

1. Ahmadiah diasaskan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) di India.

2. Penubuhannya mendapat dokongan penjajah Inggeris.

3. Markas utama Ahmadiah hari ini terletak di London.

4. Mirza mendakwah dirinya Imam Mahdi.

5. Para pengikutnya menganggap Mirza seorang Nabi.

6. Lebih kurang setengah juta orang penganut ajaran Ahmadiah di Indonesia dan bebrapa ribu orang di Malaysia.

Sunday, November 11, 2007

VIRUS 6 BERADIK

6 VIRUS DALAMAN (VIRUS 6 BERADIK)

UMUMNYA Fatah membawa fahaman SEKULAR, malah BANYAK pimpinannya yang bersekongkol dengan pengganas nombor satu dunia iaitu Israel. Hal ini telah lama disedari oleh sebahagian besar penduduk Gaza terutamanya yang bersentuhan dengan para pejuang IKHWANUL MUSLIMIN di sana di bawah nama HAMAS. Mahu tidak mahu akhirnya Hamas terpaksa berperang dengan Fatah. Kata sebahagian orang, “Membawa si munafik untuk berperang bagi pihak kita adalah tindakan yang menguntungkan musuh.”

Umat Islam tidak akan mencapai kegemilangan kali kedua selagi kita mengharapkan bantuan daripada VIRUS-VIRUS DALAMAN Islam ini untuk berhadapan dengan musuh. Kita akan kalah sebelum pertempuran bermula. Sebab itu dalam Perang Badar, Allah ‘mencatas’ para munafik ini terlebih dahulu dengan membuatkan mereka tidak jadi berperang. Seandainya mereka dibawa sama, tidak mustahil tentera Islam akan tewas dalam perang pertama itu. Hal inilah pengajaran untuk kita sebagai umat akhir zaman.

Ada enam virus dalaman yang sangat berbahaya kepada perjuangan umat Islam hari ini. Saya mengistilahkannya sebagai ‘6 VIRUS DALAMAN’ sahaja walaupun ada yang mengesyorkan nama ‘VIRUS 6 JAHANAM’, mungkin pengaruh filem ‘6 Jahanam’ lakonan P. Ramlee. Kita tidak menafikan kewujudan virus-virus lain tetapi memberi keutamaan kepada yang paling cepat membawa kerosakan. Menjadikan 6 Virus Dalaman ini sebagai regu untuk kita berhadapan dengan musuh adalah tindakan yang berisiko tinggi.

Kita perkenalkan dulu 6 VIRUS DALAMAN ini:

1. SYIAH – yang nyata sesatnya. Ada juga aliran-aliran Syiah yang sefaham dengan Ahli Sunnah wal Jamaah dalam banyak hal.
2. WAHHABI – iaitu kaum Salafi Pelampau. Dikenali juga sebagai kaum Salafi Tua, Salafi Lapok, Kaum Tajdid Tua, Salafi Wahhabi dan lain-lain.
3. AJARAN SESAT – yang ini biasa kita dengar hal ehwal mereka dalam media
4. ISLAM LIBERAL & SEKULAR & PLURALISME – Islam dilonggarkan untuk kepuasan nafsu diri dan nafsu musuh-musuh Islam. Agama dan kehidupan sering dipisah-pisahkan.
5. ANTI-HADIS – menolak hadis dan berhukum semata-mata dengan akal dalam menghuraikan al-Quran
6. QADIANI – Namanya Ahmadiah Qadiani. Satu ajaran sesat yang besar pengaruhnya dan kini menyelinap dengan lebih sistematik.

6 Virus Dalaman ini sebaiknya jangan dibawa berjuang, kelak mereka akan menikam dari belakang, kiri, kanan malah depan. Jika ada keperluan yang sangat mendesak, tidak mengapa. Apa salahnya Johor berpakat dengan Belanda untuk mengusir Portugis dari Melaka ASALKAN kenal had-had persepakatan itu.

Semua pihak terutamanya yang mendakwa diri mereka pejuang Islam mestilah berpadu tenaga untuk mengekang peyebaran 6 Virus Dalaman ini.